Tugas Negara di Tengah Pandemi Corona

Bersamaan dengan diberlakukannya Work From Home (WFH) pada 16 Maret 2020 di lingkungan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal,  dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Tim Penyusunan Rencana Satuan Kawasan Pengembangan (RSKP) melakukan survey lapangan untuk pengumpulan data sekunder. Survey RSKP dilakukan di Kawasan Transmigrasi Masamba SKP C Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan.

Tim terdiri atas dua orang staff dari Subdit Perencanaan Teknis Satuan Kawasan Pengembangan (PTSKP),  empat orang tenaga ahli, dan lima orang surveyor. Khawatir dan was-was pun menghantui. Betapa tidak. Tugas kali iniberbarengan dengan merebaknya Pandemi Corona yang sedang dialami hampir oleh seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia.

Sesampainya di kantor dinas Provinsi, tim disambut oleh Kabid Dinas Transnaker Provinsi Sulawesi Selatan, Asri Zaelani. Jalur darat ditempuh dari Ibu Kota Provinsi, Makassar ke Kabupaten Luwu Utara.  Apabila menumpang bus waktu tempuh kurang lebih 12 jam. Tim memilih untuk menggunakan kendaraan kecil untuk mempercepat kedatangan sampai ke lokasi, jadwal bus yang tersedia hanya malam dan sampai lokasi pada pagi harinya. Hal tersebut tentu kurang efektif.

Kondisi jalan yang dilewati selama perjalanan banyak bergelombang, dan terkadang penumpang akan terasa sangat tidak nyaman di dalam mobil. Sesampainya di Kabupaten, tim melakukan koordinasi dengan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Luwu Utara yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Ir. H. Agusalim Limbong.

Pengumpulan data sekunder pada lokasi studi dilakukan dengan survey langsung pengambilan data topografi, iklim, sumberdaya lahan, hidrologi, sumberdaya hutan, dan sosial ekonomi masyarakat. Selain dengan survey langsung dilakukan juga Focus Group Discussion (FGD) dengan masyarakat di Kawasan Transmigrasi Masamba SKP C. FGD dilakukan di Desa Lantang Tallang dan Desa Pincara dengan dihadiri oleh Kepala Desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan warga sekitar. Selama di lokasi survey, keadaan cuaca selalu berubah dengan cepat dengan intensitas hujan yang banyak.

Tim melakukan observasi untuk mengecek ketersediaan lahan untuk Lahan Permukiman, Lahan Usaha I, dan Lahan Usaha II serta pengecekan sarana prasarana yang sudah tesedia. Selama melakukan observasi tim dipandu oleh tenaga lokal yang setia mengantar pada kondisi apapun seperti masuk hutan, melalui jalan terjal dan licin, menyusuri aliran mata air, bahkan sesekali perlu ekstra hati-hati untuk melewati lereng-lereng yang sangat licin serta waspada dengan lintah yang akan menempel. Sebagian besar kondisi jalanan di lokasi kurang bagus seperti berlumpur, berlubang, dan ada beberapa titik yang masih berbatu. Kondisi jalan tersebut tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan roda empat. Sehingga selama berkeliling melakukan observasi lapangan tim menggunakan kendaraan roda dua. Ada jalur yang perlu melewati sungai dengan menyebrang tanpa menggunakan jembatan, dengan kata lain motor beserta penumpangnya turun langsung menyebrangi sungai.

Selama melakukan survey lapangan di lokasi, masyarakat cukup membantu tim dan dapat diajak bekerja sama. Masyarakat cukup antusias mengikuti program transmigrasi dan tidak akan memperlambat ataupun menghambat untuk program tersebut. (Viny)