RTSP di Desa Pelosok Lembah nan Asri

Salah satu lokasi penyusunan Rencana Teknis Satuan Permukiman (RTSP) & RTJ dari Subdirektorat Perencanan Teknis Satuan Permukiman (Subdit PTST) program tahun 2019 kemarin mengambil tempat di Desa Walandawe. Desa ini terletak di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara. Salah satu hal yang menarik dari desa ini adalah kenampakan alamnya yang memukau, terletak di lembah di antara bebukitan yang mengelilinginya membuat Desa Walandawe asri, memanjakan setiap mata yang memandangnya dan disertai dengan udaranya yang masih bersih.

Dengan lokasi terletak di lembah, tempat ini memiliki padang rumput yang luas. Di padang rumput tersebut akan banyak ditemui sekawanan hewan ternak yang mandiri dalam mencari makan di antaranya adalah hewan sapi, kerbau, dan kambing yang tentu sudah akan sangat sulit ditemui lepas di alam pada zaman sekarang. Tidak hanya itu alam Desa Walandawe juga menawarkan alam yang bebas dari campur tangan bahan kimia, di sini kebanyakan para penduduknya mengutamakan penggunaan bahan-bahan alami untuk pertanian.

Para penduduk di desa ini menggunakan air sungai untuk kegiatan sehari-hari, di antaranya minum, mandi, mencuci dan menyiram tanaman. Namun jangan salah, sungai di desa ini sangat jernih dan bening sehingga dasarnya pun dapat dilihat oleh mata telanjang.

Tak hanya tentang bentang alamnya, Desa Walandawe juga memiliki sejarah yang menarik untuk didengarkan. Salah satunya adalah adanya goa tua di desa tersebut yang telah banyak diteliti oleh ilmuwan dari dalam maupun luar negeri, yang mana salah satunya dari Australia.

Disebutkan di goa tersebut dulunya merupakan tempat tinggal suatu peradaban yang sangat tua. Di dalam goa itu juga ditemukan jejak telapak kaki raksasa yang konon merupakan tempat orang-orang zaman dahulu bertapa.

Satu lagi cerita tentang goa tersebut yaitu, di masa awal setelah kemerdekan Republik Indonesia pernah juga dijadikan lokasi persembunyian pemberontak DI/TII di tahun 1950-an.

Namun dibalik keindahan dan cerita sejarahnya yang menarik Desa Walandawe ini masih sulit untuk dicapai. Dengan kota terdekat saja perjalanan darat dapat mencapai 8-10 jam. Tak hanya itu kondisi jalan juga masih berbatu, licin, bergelombang dan dikelilingi oleh hutan. Di samping akses yang masih sulit tentu Desa Walandawe ini merupakan suatu lokasi yang patut untuk dikunjungi untuk menikmati keindahan alam desa.(Chima)