Pompa Tanpa Mesin Penuhi Kebutuhan Air Bersih

Air bukan hanya salah satu syarat bagi kesehatan, tetapi menjadi kebutuhan sehari-hari demi kelangsungan hidup. Air menjadi sangat penting di dalam kelangsungan hidup manusia. Masalah penyediaan air bersih yang layak konsumsi (memenuhi syarat kuantitas dan kualitas) terkadang menjadi masalah mendasar, tidak hanya bagi kesehatan tapi juga kesejahteraan manusia.

Untuk itu, penyediaan air bersih menjadi salah satu hal penting dalam perencanaan kawasan transmigrasi. Sarana Air Bersih di permukiman transmigrasi secara umum dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu, Sarana Air Bersih (SAB) Standar yang disiapkan bersama-sama kegiatan penyiapan lahan dan pembangunan rumah transmigran, dan SAB Non Standar. SAB standar meliputi sumur gali dan pompa tangan. Sedangkan untuk SAB Non Standar merupakan penyediaan SAB di mana diperlukan suatu perlakuan khusus dikarenakan keterbatasan kondisi fisik lahan. SAB Non Standar antara lain seperti sumur dalam, perpipaan gravitasi, dan pompa hidram.

Dalam usaha menghasilkan bangunan SAB di lokasi transmigrasi yang dapat dipertanggungjawabkan, baik secara teknis maupun non teknis, diperlukan Penyusunan Rencana Teknis Sarana Air Bersih yang sesuai dengan kaidah-kaidah perencanaannya.

Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, proses perencanaan dituntut untuk dapat berjalan secara cepat, efektif, dan efisien. Begitu juga dalam hal perencanaan SAB ini juga dituntut untuk berinovasi dalam rangka mendukung percepatan pembangunan kawasan transmigrasi.

Salah satu inovasi yang dilakukan dalam perencanaan SAB adalah dengan penggunaan pompa air tanpa mesin. Penggunaan pompa air tanpa mesin sebenarnya sudah banyak diterapkan di beberapa tempat akan tetapi untuk di kawasan transmigrasi masih menjadi hal baru. Penggunaan pompa air tanpa mesin sudah terbukti lebih efektif dan efisien asalkan dilakukan perawatan secara rutin.

Pada prinsipnya cara kerja untuk menaikkan air dari tempat rendah ke tempat yang lebih tinggi dari pompa ini dengan mengandalkan energi yang berasal dari air itu sendiri. Proses perubahan energi kinetik aliran air menjadi tekanan dinamik dan sebagai akibatnya menimbulkan palu air (water hammer) sehingga terjadi tekanan tinggi dalam pipa. Dengan mengusahakan supaya katup limbah (waste valve) dan katup pengantar (delivery valve) terbuka dan tertutup secara bergantian, maka tekanan dinamik diteruskan sehingga tekanan inersia yang terjadi dalam pipa pemasukan memaksa air naik ke pipa pengantar.

Dalam operasinya, alat ini mempunyai keuntungan dibandingkan dengan jenis pompa lainnya, antara lain tidak membutuhkan sumber tenaga tambahan, biaya operasinya murah, tidak memerlukan pelumasan, hanya mempunyai dua bagian yang bergerak sehingga memperkecil terjadinya keausan, perawatannya sederhana dan dapat bekerja dengan efisien pada kondisi yang sesuai serta dapat dibuat dengan peralatan bengkel yang sederhana. (Arief)