POLA PENTAHELIX TRANSPOLITAN 4.0 : Harus Lebih Siap Usai Pandemi Covid19

Krisis ekonomi menghantui, setelah pandemi Covid 19. Wabah yang melanda menjadi pandemic di hampir semua Negara di dunia dengan merebaknya novel coronavirus 2019 (Covid 19) yang mematikan, menyebabkan banyak ketidakpastian. Semua harus waspada apa yang akan terjadi setelahnya. Adaptasi dan inovasi diperlukan agar hidup dapat berlanjut dengan normal.

Dalam pertemuan via video conference yang diprakarsai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui zoom meeting, dengan topic “FGD Strategi Pengembangan Kawasan Transmigrasi Agrowisata Bulu Pountu Jaya” beberapa waktu lalu mencuat bahwa kawasan transmigrasi menjadi satu wilayah yang paling siap menghadapi situasi pascawabah.

Guru Besar Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada Prof. Suratman yang menjadi narasumber dalam diskusi tersebut menyatakan. Di saat mal-mal dan pusat perbelanjaan di Jakarta atau kota-kota besar mengalami kemandegan akibat kebijakan pembatasan social berskala besar (PSBB) yang menyebabkan kegiatan ekonomi terhenti, kawasan transmigrasi justru diharapkan mulai menggenjot laju ekonomi dengan lebih kencang lagi. “Sehingga, ketika semua sudah berakhir, kawasan transmigrasi dudah siap dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Saat covid mal kolaps, transmigrasi gak mungkin kolaps,” katanya.

Kepala Disnakertras Arnold Firdaus mengatakan, pemerintah daerah saat ini sedang menyiapkan strategi pengembangan kawasan Bulu Pountu Jaya sebagai kawasan agrowisata. “Sebagai langkah awal sekarang ini sedang dilakukan penanaman papaya California, di atas lahan seluas 600 meter persegi. Memang baru ditanam di pekarangan-pekarangan rumah oleh 600 kepala keluarga (kk),” terangnya.

Untuk menunjang kawasan agrowisata di Bulu Pountu Jaya, perlu dibangun sarana air bersih yang memang sekarang memang belum ada. “Saat ini kebutuhan air bersih masih mengandalkan air tadah hujan dengan dengan mengandalkan bak tadah hujan. Kamu juga menyediakan  mobil tanki yang dikirimkan untuk menyiram tanaman,” terang Arnold Firdaus.

Menurutnya, kebutuhan akan air bersih sangat mendesak mengingat musim kemarau bisa berlangsung panjang di daerah tersebut. Dia berharap, bila sarana air bersih sudah dibangun, maka agrowisata ini akan dapat dikembangkan dengan menggalakkan budidaya ikan tawar, di seputaran daerah tersebut.

Selanjutnya dalam diskusi tersebut Prof. Suratman mengingatkan agar  pengembangan kawasan agrowisata di Bulu Pountu Jaya dikembangkan dengan tepat sasaran dan melibatkan berbagai pihak terkait. Seperti konsep pembangunan transmigrasi yenga sekarang sedang diprioritaskan oleh Kemendes PDTT yaitu Transpolitan 4.0  yeng mengembangkan sistem pentahelix atau pengembangan Pola Pengembangan Kemitraan Pentahelix, di mana kerja sama antara Pemerintah, Akademisi, Swasta, Komunitas, dan Media menjadi satu kesatuan yang saling mendukung.

Menurutnya, selain penguatan sumber air bersih (water resources) pertanian lokal juga harus diperkuat. Tak kalah penting adalah juga memperkuat kelompok bisnis yang sudah ada. Ini penting dalam upaya memperkuat dan mengolah produk unggulan lokal, di mana masyarakat tidak perlu melakukan adaptasi dengan sesuatu yang baru. “Misalkan, di daerah tersebut orang-orang sudah terbiasa dengan pertanian bawang merah dan menghasilkan produk bawang goreng. Ini dikuatkan dan menjadi unggulan di kawasan itu. Wisatawan yang datang juga dapat belajar mengenai pengolahan produk tersebut,” terangnya.

Bila sektor produksi sudah ada, maka disiapkan juga fasilitas penunjang lain seperti toko-toko yang menjual hasil pertanian setempat, tempat bermain, dan spot-spot wisata, taman rekreasi atau keindahan alam, yang akan membuat wisatawan betah berlama-lama di pusat wisata tersebut.

Penting diperhatikan, menurut Prof. Suratman adalah perkembangan teknologi saat ini. Di lokasi tersebut perl dipasang ases internet yang memadai, dengan pemasangan wifi, agar wisatawan yang datang bisa segera mengabarkan keberadaan mereka di tempat wisata tersebt melalui akun social media yang mereka miliki. Internet ini juga akan bermanfaat untuk pengembangan digital marketing yang sekarang sudah menjadi kelaziman.

Dengan konsep ini, Prof. Suratman menganjurkan untuk membuat kelompok-kelompok yang jelas lokasi pusat home industry yang dilengkapi dengan showroom, di mana wisatawan berbelanja dan zona rekreasi. Untuk itu dia berpesan, pengambangan kualitas sumberdaya manusia yang sadar akan kepariwisataan juga menjadi hal utama. “Terpeting, semangat untuk bertumbuh baik dari para pemimpin daerah, juga masyarakat,” teganya. “ini akan menjadi kebanggan bersama ketika daerah wisata merekabanyak dikunjungi orang.”

Itulah mengapa, kata Prof. Suratman, seharusnya kawasan transmigrasi tidak akan kolaps, tapi malah berbenah dan mendorong perkembangan ekonomi, agar bisa pandemic ini berakhir wilayah ini sudah siap dan bergerak cepat. “Harus tetap produksi. Kalo ada yang busuk harus ada pengolahan. Jangan sampai dibiarkan busuk,” katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Direktur P3KTrans  Dr. R. Bambang Widyatmiko, S.Si, MT mengatakan bahwa ide besar transpolitan bukan hanya satu lokasi, namun harus fokus. Sesuai dengan sumberdaya yang ada. “Ide besar transpolitan, bukan satu lokasi. Akan ada network sharing dan scaling hubungan. Pengembangan kawasan kalau hanya difokuskan pada satu titik mungkin kurang kuat. Mana yang akan menjadi pusat kawasan. Konsep transpolitan yang mengedepankan pentahelix bisa langsung diterapkan tanpa membangun fisik yang besar,” katanya.

Dia mengingatkan perencanaan harus dibuat matang dengan fokus yang akan dikerjakan.  “Kalau kita fokus ke wisata. Sudah ditentukan komoditas yang menjadi daya tarik. Maka fokus ke situ. Dan selanjutnya sosialisasi, promosi atau branding akan menjadi langkah lebih lanjut yang sangat penting,” katanya.

Ia pun memberikan contoh, miaslkan di Bogor ada wisata durian. Ketika petani tidak panen, tapi brand sudah dapat. Maka akan berdatangan durian dari tempat lain untuk mengisi kekosongan tersebut. “Ketika branding sudah ada , itu komoditas akan datang ke situ,” tandasnya.(*)