Blusukan Wamendes PDTT Sapa Transmigran di Sulbar

Rapat koordinasi menjadi wadah yang penting untuk membuat perencanaan atau strategi, sekaligus evaluasi dalam melaksanakan pembangunan dan pengembangan kawasan transmigrasi dengan baik dan sesuai target yang sudah dipatok, hal tersebut dikatakan Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi saat menghadiri penutupan Rapat Koordinasi Ketransmigrasian Pemprov Sulawesi Barat (Sulbar) di Hotel Maleo, awal tahun ini.

Wamen Budi Arie yang didampingi istrinya Zara Murzandina berpesan, agar melalui rapat koordinasi yang berlangsung selama dua hari tersebut Pemprov Sulbar dapat dipergunakan maksimal. “Agar penyelenggaraan transmigrasi dapat dirasakan manfaatnya secara maksimal oleh masyarakat,” ungkap Wamen Budi Arie.

Bersama dengan Direktur Jenderal Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Permukiman Transmigrasi (Dirjen PKP2Trans) R Hari Pramudiono, Wamen juga mengingatkan jajaran Pemprov Sulbar, agar dalam pelaksanaan program Ketransmigrasian mengacu pada apa yang sudah disepakati dan disampaikan pemateri saat Rakor. “Sehingga pelaksanaan pembangunan transmigrasi di tahun-tahun yang akan datang dapat dilaksanakan secara tepat waktu, tepat mutu dan tepat sasaran,” pungkasnya.

Penutupan Rakor Ketransmigrasian Pemprov Sulbar sekaligus menjadi agenda pamungkas Wamen Budi Arie selama tiga hari kunjungan kerja ke daerah Sulbar. Sebelumnya Ia menyambangi warga transmigran di beberapa lokasi di Provinsi Sulbar.

Sebelum bertolak ke Bandara Mamuju, Wamen Budi Arie beserta rombongannya masih menyempatkan diri meninjau tempat produksi Tenun Ikat Sekomandi yang menjadi tenun khas Mamuju, lokasinya berada di Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat.

 Kunjungan Lapangan

Beberapa agenda Wamendes PDTT Budi Arie dilaksanakan selama mengunjungi warga transmigrasi di beberapa daerah di Provinsi Sulawesi Barat, Rabu. Wamen tiba di Kabupaten Mamuju sekitar pukul 13:00 WITA, setelah sebelumnya transit di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Dari Mamuju, ia beserta rombongannya melanjutkan perjalanan menuju rumah dinas Bupati Mamuju Tengah, H. Aras Tammauni.

Lokasi pertama yang dikunjungi yaitu Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Salundeang di Desa Batu Parigi, Tobadak, Mamuju Tengah. Wamen Budi Arie meresmikan jembatan dan meninjau pabrik kelapa sawit serta dilanjutkan dengan kegiatan panen buah kakao milik warga transmigrasi.

Esok harinya, Wamen Budi Arie melanjutkan perjalanannya untuk menghadiri acara temu tokoh masyarakat dan transmigran di Desa Rano, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa. Dalam acara tersebut Wamen Budi Arie didampingi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) setempat.

Kunjungan kerja Wamen Budi Arie dilanjutkan pada Jumat 21 Pebruari 2020 dengan agenda memberikan arahan di acara penutupan Rapat Koordinasi Provinsi Sulawesi Barat. Kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 09:00 hingga 10:00 WITA di D’Maleo Hotel.

Selepas acara, Wamen Budi Arie bertolak menuju rumah jabatan (rumah dinas) Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar untuk acara ramah tamah dengan Forkompimda. Kegiatan ramah tersebut sekaligus penutup kegiatan kunker Wamen Budi Arie di Sulawesi Barat.(Tim Transpolitan)