Transmigrasi Tak Sekadar Isi Lahan Kosong

REVITALISASI Pembangunan Ekonomi Kawasan Transmigrasi 4.0 menjadi isu pembangunan transmigrasi masa akan datang. Hal ini yang terungkap dalam Rakor yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia (Mendes PDTT RI) di Golden Ballroom The Sultan Hoten and Residence Jakarta Pusat Agustus tahun lalu.

Wakil Presiden H M Jusuf Kalla membuka acara yang dihadiri Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Menteri PUPR Basuki dan Menteri Pertanian Sulaiman Imran. Dari Sumsel hadir hadir Gubernur Sumsel H Herman Deru, Bupati Banyuasin H Askolani, Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam dan Bupati OKU Timur Kholid Mawardi.

Dalam kesempatan itu Wakil Presiden HM Yusuf Kalla mengatakan Transmigrasi untuk kesejahteraan yang datang dan yang didatangi. Ini tolak ukur keberhasilan transmigrasi. “Transmigrasi tidak hanya mengisi daerah yang kosong tetapi ada peningkatan kesejahteraan secara seimbang antara peserta transmigrasi dan masyarakat lokal, maka perlu ada upaya keseimbangan,” tekannya.

Sebelumnya isu Kawasan Transmigrasi 4.0 ini pernah dibedah oleh Universitas Gajah Mada. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) RI berencana menggandeng toko online untuk memasarkan produk para transmigran. “Kita ingin memanfaatkan perkembangan teknologi di era revolusi industri 4.0 untuk mengoptimalkan potensi daerah transmigrasi, Kami ingin program yang digerakkan dengan kekuatan digitalisasi,” kata Sekretaris Jenderal Kemendesa PDTT Anwar Sanusi diacara Focus Group Discussion Perencanaan Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi 4.0 di University Club Hotel, Universitas Gadjah Mada.

Anwar menyebut ada sekitar 4 juta orang tinggal di wilayah transmigrasi. Daerah-daerah itu memiliki banyak potensi, dari pertanian, perkebunan, hingga peternakan.  Namun selama ini para transmigran kadang terkendala akses yang tidak optimal. Baik itu akses jalan yang masih rusak, akses internet, maupun listrik.

“Lima tahun ke depan akan kami lakukan pembenahan,” ujarnya.

Kemendes PDTT  pun mempunyai masterplan pengembangan transmigrasi, termasuk bekerjasama dengan toko online. “Online shop membantu menjual produk ke pasar. Ini yang akan kami kembangkan di wilayah transmigrasi. Seperti di Sumba Timur, kami kenalkan digital shoping. Hasil produksi berupa alpukat dan mentega bisa dijual lebih mahal,” katanya.

Sementara, Bupati Banyuasin H Askolani yang daerahnya memiliki area transmigrasi yang luas menegaskan Pemkab Banyuasin telah terus menerus melakukan upaya keseimbangan untuk peningkatan kesejahteraan baik peserta transmigrasi maupun masyarakat lokal daerah yang didatangi.

Pemkab Banyuasin dalam upaya memberikan keseimbangan tersebut terus melakukan pembangunan dikawasan transmigrasi dan melakukan berbagai program ekonomi produktif bagi masyarakat dikawasan transmigrasi.

Dan pada tahun 2020, Pemkab Banyuasin kembali mengusulkan pembangunan jalan, jembatan dan fasilitas lainya kepada Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi RI seperti di Majuria, Sri Agung, Tabalajaya dan kawasan transmigrasi lainnya. Ini semua tentu untuk kesejahteraan masyarakat. “Target kami, kawasan transmigrasi menjadi kawasan lumbung entah itu pertanian, peternakan dan perikanan,” tandasnya.(*)