Studi RSKP Hasilkan Peta Rencana Awal Konsolidasi Tanah

Peta Rencana Awal Konsolidasi Tanah adalah keluaran hasil studi RSKP sebagai salah satu syarat apabila merekomendasikan jenis Satuan Permukiman (SP) sebagai SP-Pugar.  Dalam Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Permendesa PDTT) No. 23 Tahun 2019 tentang Tata Cara Konsolidasi Tanah dalam Pelaksanaan Transmigrasi, SP-Pugar adalah bagian dari SKP yang dipugar menjadi satu kesatuan dengan permukiman baru dengan daya tampung 300-500 keluarga.

Suatu desa dapat direkomendasikan menjadi SP-Pugar apabila desa tersebut kekurangan penduduk (kurang dari 300 KK), kondisi permukiman yang layak untuk dipugar, banyak pecahan KK yang masih tinggal dengan orang tuanya, kemudian terdapat lahan kosong yang luasannya memenuhi perhitungan untuk mencapai minimal 300 KK. Satuan Permukiman yang direkomendasikan menjadi SP-Pugar harus berdasarkan rekomendasi dari dinas daerah serta hasil kesepakatan seluruh masyarakat melalui musyawarah warga yang dibuktikan dengan berita acara persetujuan dan penyerahan lahan.

Masyarakat yang setuju dengan program SP-Pugar yang selanjutnya akan menjadi peserta konsolidasi tanah wajib menyerahkan sebagian tanah yang berada dalam penguasaannya untuk keperluan pembangunan permukiman baru berikut prasarana, sarana, dan utilitas SP-Pugar.

Selanjutnya dari Peta Rencana Awal Konsolidasi Tanah akan menjadi guide untuk pelaksanaan Konsolidasi Tanah Transmigrasi. Konsolidasi Tanah Transmigrasi adalah konsolidasi tanah swadaya yang merupakan prakarsa Kementerian yang menyelenggarakan urusan di bidang transmigrasi untuk pembangunan SP-Pugar. Adapun area delineasi rencana awal konsolidasi tanah yaitu permukiman penduduk setempat yang akan dipugar menjadi satu kesatuan SKP. Informasi yang perlu tertuang di dalam Peta Rencana Awal Konsolidasi Tanah yaitu area delineasi SP-Pugar beserta luasannya, area delineasi rancangan alokasi tanah yang akan diberikan kembali kepada calon Peserta Konsolidasi Tanah beserta luasannya, dan area delineasi rancangan alokasi tanah yang diperuntukkan bagi pembangunan permukiman bagian dari SP-Pugar.

Selain itu muatan dalam Rencana Awal Konsolidasi Tanah perlu dilengkapi dengan data penduduk calon peserta konsolidasi tanah yang merupakan jumlah KK eksisting termasuk pecahan KK, data penggunaan tanah, dan data prasarana, sarana, dan utilitas permukiman.

Dalam hal ini Subdit PTSKP yang diamanatkan untuk membuat Peta Rencana Awal Konsolidasi Tanah yang selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Subdit Identifikasi Penataan Tanah Direktorat Penyediaan Tanah Transmigrasi untuk pelaksanaan Konsolidasi Tanah Transmigrasi.(*)