Risha, Hunian Tahan Gempa untuk Transmigran

Indonesia terletak di jalur cincin api pasifik yang membuat wilayah Indonesia memiliki banyak patahan dan deretan gunung berapi. Hal tersebut menyebabkan di Indonesia sering terjadi gempa bumi akibat dari aktivitas tektonik dan vulkanik. Sudah seharusnya sebagai warga Indonesia kita menyadari akan sikap tanggap bencana dari berbagai sektor kehidupan mulai dari sektor pendidikan sampai pembangunan insfrastruktur.

Kawasan transmigrasi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke, tidak sedikit yang berada di wilayah yang rawan gempa bumi. Di sinilah perlunya perencanaan kawasan transmigrasi, yang di dalamnya mencakup perencanaan sarana prasarana, memperhatikan aspek kebencanaan khususnya bencana gempa bumi.

Salah satu lingkup perencanaan kawasan transmigrasi yaitu penyediaan permukiman transmigrasi. Secara umum permukiman transmigrasi dibagi menjadi dua yaitu panggung dan non panggung. Rumah panggung digunakan untuk lokasi dengan karakteristik lahan basah sedangkan rumah non panggung untuk lokasi dengan karakteristik lahan kering. Standar perencanaan mulai dari gambar, rencana anggaran, dan spesifikasi teknis dari kedua jenis rumah tersebut sudah ada akan tetapi dari segi kesiapan terhadap bencana masih belum bisa dikatakan tanggap bencana dari segi konstruksinya.

Seiring dengan perkembangan jaman dimana perkembangan teknologi berlangsung cepat, proses perencanaan juga dituntut untuk dapat dilakukan secara efektif dan seefisien mungkin. Inovasi dan kreasi dibutuhkan agar proses perencanaan dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan efisien. Salah satu bentuk inovasi di bidang perencanaan kawasan transmigrasi yaitu penerapan sistem rumah instan sederhana sehat (Risha) dalam perencanaan pembangunan permukiman.

Risha merupakan teknologi pracetak yang ditujukan bagi pembangunan perumahan Rumah Sederhana Sehat / RSH, Rumah Swadaya, Rumah Pengungsi serta Rumah Darurat, dengan acuan persyaratan teknis mengacu pada Kepmen Kimpraswi No. 403/KPTS/M/2002 tentang Pedoman Teknis Rumah Sederhana Sehat. Dalam upaya percepatan pembangunan serta menurunkan biaya produksi Rumah Sederhana Sehat, Risha merupakan penemuan untuk menjawab kedua hal tersebut, yaitu melalui pabrikasi komponen-komponennya dan dirakit di lapangan dengan sistem bongkar pasang atau Knock down System maupun permanen. Sistem knockdown dapat dibangun dengan dinding partisi yang terbuat dari panel-panel yang dipasang dengan baut sehingga dapat dibongkar pasang. Sedangkan untuk bangunan Risha permanen, dindingnya dapat dibuat dengan pasangan bata merah, bata ringan, conblock, dan lain-lain.

Risha adalah teknologi konstruksi bangunan rumah tinggal dengan sistem pabrikasi pada komponen struktur, pengisi maupun utilitasnya. Komponen struktur menggunakan bahan beton bertulang dengan sistem joint kering. Komponen rangka struktur atasnya terdiri dari dua komponen, yaitu komponen panel struktur dan simpul, dari komponen-komponen tersebut sudah dapat membangun rangka bangunan. Panel dinding pengisinya menggunakan tiga jenis rancangan, yaitu panel masif, panel kusen pintu lengkap dengan daun pintunya dan panel kusen jendela lengkap dengan daun jendelanya. Sedangkan, untuk kamar mandi menggunakan kamar mandi sistem kapsul yang terbuat dari bahan fiber glass dengan konstruksi monolit. Sistem ini diperkenalkan sebagai suatu sistem konstruksi langsung jadi atau instan yang dapat dibongkar pasang yang dan dikenal sebagai Sistem Risha.

Penggunaan Risha sudah banyak diterapkan dibanyak daerah terutama di daerah-daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana gempa yang tinggi seperti di Sulawesi dan yang terbaru di Nusa Tenggara Barat. Meskipun demikian, penggunaan Risha di kawasan transmigrasi masih menjadi hal yang sangat baru. Maka dari itu penggunaan Risha ini dapat dikatakan sebagai suatu inovasi dalam perencanaan kawasan transmigrasi.

Penggunaan sistem Risha pada pembangunan rumah di kawasan transmigrasi menjadi salah satu inovasi yang diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan. Selain lebih cepat dari segi biaya pun lebih murah jika dibandingkan dengan rumah dengan model sebelumnya. Dan yang paling utama adalah dengan penggunaan sistem Risha ini diharapkan resiko terhadap bencana gempa bumi dapat diminimalisir. (*)