Gandeng Toko Online, Pasarkan Produk Transmigran

SEJALAN dengan pengembangan kawasan transmigrasi dengan menggunakan teknologi digital, Kemendes PDTT RI berencana menggandeng toko online untuk memasarkan produk para transmigran.

Sekretaris Jenderal Kemendesa PDTT Anwar Sanusi mengatakan, pihaknya ingin memanfaatkan perkembangan teknologi di era revolusi industri 4.0 untuk mengoptimalkan potensi daerah transmigrasi.

“Kami ingin program yang digerakkan dengan kekuatan digitalisasi,” kata Anwar saat ditemui usai memberi sambutan dalam Focus Group Discussion Perencanaan Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi 4.0 di University Club Hotel, Universitas Gadjah Mada.

Anwar menyebut ada sekitar 4 juta orang tinggal di wilayah transmigrasi. Daerah-daerah itu memiliki banyak potensi, dari pertanian, perkebunan, hingga peternakan.

Namun selama ini para transmigran kadang terkendala akses yang tidak optimal. Baik itu akses jalan yang masih rusak, akses internet, maupun listrik. “Lima tahun ke depan akan kami lakukan pembenahan,” ujarnya.

Kemendes PDTT  pun memiliki masterplan pengembangan transmigrasi, termasuk bekerja sama dengan toko online. Langkah ini dianggap bisa membantu pemasaran produk para transmigran.  “Online shop membantu menjual produk ke pasar. Ini yang akan kami kembangkan di wilayah transmigrasi. Seperti di Sumba Timur, kami kenalkan digital shoping. Hasil produksi berupa alpukat dan mentega bisa dijual lebih mahal,” katanya.

Dalam mengembangkan daerah transmigrasi, kementerian juga melakukan berbagai terobosan. Di sektor pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga Kemenristek Dikti. “Ada program beasiswa bidik misi sehingga anak transmigrasi sekolah di perguruan tinggi. Salah satunya kerjasama dengan Universitas Jenderal Soedirman. Kami beri beasiswa, mereka belajar di Unsoed, setelah itu kembali ke daerah masing-masing,” ucapnya.(*)