Drone untuk Pemetaan

           Teknologi penginderaan jarak jauh berkembang pesat di era industri 4.0. Dalam hal perencanaan pengembangan kawasan transmigrasi, teknologi memegang peran yang sangat penting. Subdirektorat Perencanaan Teknis Satuan Permukiman (Subdit PTSP) dalam penyusunan Rencana Teknis Satuan Permukiman (RTSP) dan Rencana Teknis Jalan (RTJ) memanfaatkan penggunaan berbagai teknologi termutakhir, khususnya teknologi yang berkaitan dengan informasi wilayah, di antaranya adalah penggunaan teknologi penginderaan jauh (citra satelit resolusi tinggi), pemetaan berbasis sistem informasi geografi, serta pemetaan kadastral/topografi berbasis pengukuran geodetik.

Kemajuan teknologi tersebut bermanfaat dalam menghasilkan informasi yang bersifat terkini, cepat dan akurat, serta berkelanjutan. Mengingat produk RTSP & RTJ merupakan produk perencanaan akhir dalam penyusunan rencana satuan permukiman transmigrasi, maka produk ini harus mampu memenuhi kebutuhan informasi dalam pemetaan yang meliputi kedetilan dan keakuratan yang dihasilkan. Dengan demikian produk RTSP dan RTJ ini menjadi basis informasi yang kuat bagi realisasi pembangunan transmigrasi.

Salah satu inovasi yang dilakukan oleh Subdit PTSP adalah menggunakan teknologi drone untuk melakukan pemetaan lokasi transmigrasi. Drone atau benda terbang tak berawak yang juga disebut Unmanned Aerial Vehicle (UAV) merupakan objek terbang yang dapat terbang secara otonom/otomatis atau dioperasikan oleh manusia dapat digunakan untuk melakukan foto udara. Drone yang dipakai oleh subdit PTSP ada 2 jenis, yaitu rotary-wings dan fixed-wings. Untuk drone jenis fixed-wing subdit PTSP baru pertama menggunakan untuk penyusunan RTSP & RTJ di lokasi Desa Mata Air dan Desa Bukit Permata, Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Sementara untuk jenis rotary-wings­ sudah sering digunakan untuk pemetaan lokasi transmigrasi dalam penyusunan rencana tata ruang satuan permukiman.

Dengan pengoperasian yang cepat dan mudah, serta memberikan efektivitas waktu dan data yang berkualitas maka pemetaan menggunakan drone ini membawa peningkatan dalam penyusunan produk RTSP dan RTJ. Dengan menggunakan drone tampak wilayah lokasi transmigrasi dapat dilihat secara keseluruhan dari atas. Hal ini akan memudahkan dalam penyusunan rencana tata ruang satuan permukiman transmigrasi, serta memudahkan dalam klasifikasi lahan vegetasi. Drone tak hanya dapat mengambil gambar/foto dari udara namun juga sekaligus dapat mengambil video, data video tersebut tentu akan menambah daya tarik dari lokasi transmigrasi tersebut.(*)